KISAH KASIH MENCINTAI LANDAK KUNING,ONIC! - Melawan Semesta

Membaca adalah cara kita memahami kehidupan, Menulis adalah cara kita menikmati perjalanan, dan Berdiskusi adalah cara kita mengerti arti persimpangan. Hitam Putih Kehidupan insan manusia dalam pencarian!

Breaking

Kamis, 22 Januari 2026

KISAH KASIH MENCINTAI LANDAK KUNING,ONIC!

“Aneh banget, liatin orang main game”. “ngapain nonton orang lomba main game!” itulah dua kalimat yang pernah melintas di kepala saya ketika melihat sodara asik menonton orang main game dota 2 atau lagi nontonin tournament dota 2. Di kepala saya kala itu adalah, “lebih seru nontonin perlombaan olahraga, sepak bola, basket, volley dan lain-lainnya, karena langsung “benturan” di dunia nyata”. Saya selalu yakin kalau nontonin orang main game itu membosankan, lebih baik kita mainin langsung.

Pada akhirnya, sampai-lah saya ke titik itu juga, menikmati bermain game, nontonin orang main game, nontonin tournament game sampai mengikuti salah satu team esport Indonesia. ONIC!

Pertemuan saya pertama kali dengan ONIC sekitar tahun 2024. Kala itu, saya merasa bosan aja, kalau megang HP kerjaannya cuma scroll instagram ataupun nontonin youtube aja, sampai di suatu momen ada beberapa video tentang mobile legend, walaupun tidak saya seriusin banget video tersebut, asal lewat, ditonton sampai habis (karena video reels), terus lanjut lagi. Tapi beberapa hari kemudian, kebosanan itu semakin besar, akhir saya mencoba download mobile legend. Mungkin terlihat aneh, tapi di hp saya memang tidak ada game apapun kala itu, bahkan game gampang/tidak perlu kemampuan tinggi pun tidak ada, hingga mobile legend itu datang menghampiri

Seingatanku, saya mendownload mobile legend itu sekitar bulan September/oktober 2024. Saya bermain sejauh pengetahuan. Sebenarnya perkenalan pertama dengan game moba ini bukan dengan mobile legend, tapi dari dota 2 dulu pertama kali. Kakak saya bersama teman-temannya yang bermain dota 2 meracuni saya main katanya biar lebih seru kalau main bareng, akhirnya saya bermain dota 2 lah disitu. Lumayan lama saya bermain dota 2, sekitar 6 bulanan, itu hitungannya lama untuk saya yang kala itu tidak focus bermain game.

Bahkan sebelum 2024 ini, saya sudah sempat bermain mobile legend juga, tapi main sekedar main tidak paham soal rank dan semacamnya, tidak bertahan lama juga. Saya lebih focus dengan kehidupan di dunia perkuliahan dan organisasi kala itu. 2024 itulah saya kembali bermain, dan situasi itulah yang membawa saya mengenal yang namanya ONIC!

Seperti kebanyakan orang ketika menyukai suatu club sepak bola, setiap orang menyukai tim sepak bola atau jatuh cinta pertama kali sama tim tersebut karena melihat tim tersebut bermain bagus, enak ditonton atau cocok dengan kita (kecuali mereka asli kota tempat tim itu berasal). Contohnya saja, ada teman saya yang fans athletico Madrid, kebanyakan orang di dunia ketika menonton liga spanyol, pasti memilih Barcelona atau Real Madrid. Atau gampangnya saya yang suka dengan arsenal baru-baru ini, sekitar tahun 2022/2023.tahun 2022/2023 banyak yang berfikir Arsenal akan juara EPL, jaraknya dengan peringkat 2 lumayan jauh, dan saya yang baru mengikuti liga Inggris secara serius, melihat kehebatan itu, dan akhirnya menobatkan diri menjadi fans arsenal, dibanding ManCity yang lagi winstreak atau Manchester united dan Liverpool dengan sejarah besarnya.

Sama seperti cerita tim sepak bola diatas, saya suka dengan ONIC karena menonton mereka bermain dan suka dengan permainannya, dan mereka jago itu aja. Alasan paling masuk akal. tapi bukan ONIC ID yang membuat saya jatuh cinta pertama kali, tapi ONIC PH. Semua orang yang mengikuti Liga MPL pasti tau, ONIC ID memang kuat, tapi di tahun 2024 Akhir itu, ONIC ID bahkan tidak lolos di fase play-in, kalah lawan geek, informasi ini sayapun taunya jauh setelah saya mengikuti mobile legend dan skena tournamentnya

Dan di tahun 2024 akhir itu ada turnamen Mobile Legend yaitu M-Series 6. Bayangkan, kejuaraan pertama kali yang saya tonton bukannya kejuaraan local tapi yang langsung internasional. Disitulah pertama kali saya melihat tim ONIC, yang kala itu diwakili sama tim ONIC PH. Saya melihat kehebatan mereka bermain mobile legend, keahlian mereka mengolah makhluk-makhluk kecil di dalam layar agar dapat menang, ditambah hype komentatornya yang sama hebohnya dengan komentator sepak bola.

EVOS, RRQ ataupun ONIC sebenarnya bukan nama yang asing di telinga, tapi mereka Cuma sekedar angin lalu, “oh time sport”, gitu. Malah time sport yg pertama saya dengan ya NAVI, karena saya lebih tau DOTA 2 dan saudara-saudara saya mengikuti tournamentnya.

Kingkong, Superfrince, Kirk, Brusko, Kelra dan Coac Ynot adalah manusia-manusia yang memperlihatkan bagaimana mahirnya mereka bermain dan meracik pertarungan di mobile legend. Merekalah yang membuat saya jatuh cinta dengan tim e-sport ini, ONIC. Dan dari sini jugala saya mengikuti kompetisi Mobile Legend, MPL.

Setelah mengikuti lama, saya akhirnya tau kalau ada ONIC ID juga, tapi berbanding terbalik dengan ONIC PH yang penampilannya sangat memukau, sampai disebut timnas Bumi, ONIC ID bahkan tertatih-tatih, penuh darah untuk beberapa turnamen kala itu, Mulai di ESL dan MPL S15.

Di MPL S15, ONIC ID  bahkan pernah menyentuh klasemen paling akhir, #9, walaupun pada akhirnya mereka pelan-pelan naik dan akhirnya berhasil menjuarai season 15 dengan gelar juara. sangat mengejutkan memang, untuk tim yang pernah 4 kali berturut-turut juara MPL, lalu satu musim downgrade parah, lalu di musim selanjutnya hampir gagal lagi, tapi berhasil bounce back.banyak yang menyebut sebagai Cinderella story. Walaupun tidak sedikit yang mengejek “YEB TOLONGIN YEB”. Ejekan seperti ini mah biasa aja bagi saya, selama kita belum bisa, kita sangat boleh untuk meminta bantu kepada orang, apalagi orang itu adalah keluarga sendiri.

Filosofi ini saya dapat di seri anime Haikyuu, ketika Nishinoya menceritakan ketakutannya, yang mana teman-temannya berpikir Nishinoya ini tidak takut apa-apa, ternyata dia punya banyak ketakutan, akhirnya kakeknya mengajarinya mengalahkan semua ketakutannya. Di suatu bukit setelah mereka belajar sepeda, NIshinoya bertanya kepada kakeknya, “bagaimana kalau pada akhirnya masih tetap takut?” kakeknya tersenyum dan berkata “maka minta tolonglah!”.

Kembali ke ONIC. Dari situlah saya mengikuti ONIC ID dan ONIC PH. Saya mengikuti semua jadwal pertandingannya, bahkan sampai beberapa kali nazar untuk kemenangan ONIC, mungkin terlalu berlebihan, tapi nazar atau doa yang dipanjatkan membuat lebih tenang aja.

Melihat kemenangan ONIC ID di MPL S15 tapi sekaligus melihat kekalahan ONIC PH di MPL PH S15.

Karena mengikuti akun IG ONIC, akhirnya banyak berita-berita yang saya ikuti, terlebih tentang divisi lain yang mereka miliki, seperti HOK, FF, Pokemon yang akhirnya saya ikut nonton. Kalau HOK ya Sama aja dengan ML, sayapun memainkan HOK, yang pertama kali saya ikut ya FF, walaupun tidak memainkannya, saya menonton tim onic berlaga, yang akhirnya menjuara tournament apa gitu, sebelum EWC. Lalu menonton pertandingan Pokemon United.

Pada akhirnya saya ingin mengikuti dan mendoakan semoga ONIC, tidak hanya di ML tapi diseluruh divisinya bisa secemerlang di divisi MLnya. Bisa menjuarai, kalau bisa mendominasi. Kecintaan saya pada ONIC inipun tumbuh sama seperti Kecintaan saya pada Club Bola yang saya dukung. Sebuah kecintaan dan rasa senang melihat dan memainkannya, hehehe

Sebagai prolognya, saya mulai menulis tulisan ini ketika M-Series 7 akan di mulai, ketika M7 dimulai saya tidak menyelesaikannya, ada rasa malas, padahal sudah setengah jalan, akhirnya saya selesaikan tulisan di pagi hari, setelah kemarin sore menjelang malam ONIC harus mengakui kekuatan TLPH dengan skor 3 – 1 dan menghentikan jalan ONIC ID di M-Series. Satu-satunya tournament yang belum ONIC ID miliki, kalau ONIC secara utuh, sudah pernah, dibawa sama saudara ONIC PH.

Kekalahan selalu menyakitkan bagi saya sebagai pendukung, tapi yang lebih sakit tentu para pemainnya, SANZ, Kiboy, Skylar, Kairi, Lutpi, Savero, Coach Adi, CW, mereka lebih tau rasa sakitnya. Jadi saya dan kita sebagai fans, tetaplah dukung, tetaplah menyoraki mereka, menyemangati mereka, dan tidak perlu menyalahkan, saran dan kritik secukupnya, sebijaknya. Memang takdir belum datang menghampiri. Tapi kalau saya diizinkan berharap dan berdoa, semoga roster ini dapat menamatkan MLBB Proscene dengan setidaknya satu kali menjuarai M-Series, Amin. Semoga Sanz, Kairi, Kiboy, Skylar, Savero, Lutpi dapat meraih M-Seriesnya bersama ONIC.

Semoga ONIC semakin baik, segala divisinya membaik dan terus membaik, yang belum juara semoga juara, yang belum mendominasi semoga segera mendominasi, amin, hehehe.

Pada Akhirnya, Izinkan aku membangun ruangan baru di jiwaku untukmu, mencintaimu dengan tulus, menemanimu dikala senang dan sedih, dikala bahagia dan putus asa, dan dikala Menang ataupun Kalah, ONIC! Mari terus berjalan! It’s ONIC TIME!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here