“Aneh banget, liatin orang main game”. “ngapain
nonton orang lomba main game!” itulah dua kalimat yang pernah melintas di
kepala saya ketika melihat sodara asik menonton orang main game dota 2 atau
lagi nontonin tournament dota 2. Di kepala saya kala itu adalah, “lebih seru
nontonin perlombaan olahraga, sepak bola, basket, volley dan lain-lainnya,
karena langsung “benturan” di dunia nyata”. Saya selalu yakin kalau nontonin
orang main game itu membosankan, lebih baik kita mainin langsung.
Pada akhirnya, sampai-lah saya ke titik itu juga,
menikmati bermain game, nontonin orang main game, nontonin tournament game
sampai mengikuti salah satu team esport Indonesia. ONIC!
Pertemuan saya pertama kali dengan ONIC sekitar
tahun 2024. Kala itu, saya merasa bosan aja, kalau megang HP kerjaannya cuma scroll
instagram ataupun nontonin youtube aja, sampai di suatu momen ada beberapa
video tentang mobile legend, walaupun tidak saya seriusin banget video
tersebut, asal lewat, ditonton sampai habis (karena video reels), terus lanjut
lagi. Tapi beberapa hari kemudian, kebosanan itu semakin besar, akhir saya
mencoba download mobile legend. Mungkin terlihat aneh, tapi di hp saya memang
tidak ada game apapun kala itu, bahkan game gampang/tidak perlu kemampuan
tinggi pun tidak ada, hingga mobile legend itu datang menghampiri
Seingatanku, saya mendownload mobile legend itu
sekitar bulan September/oktober 2024. Saya bermain sejauh pengetahuan. Sebenarnya
perkenalan pertama dengan game moba ini bukan dengan mobile legend, tapi dari
dota 2 dulu pertama kali. Kakak saya bersama teman-temannya yang bermain dota 2
meracuni saya main katanya biar lebih seru kalau main bareng, akhirnya saya
bermain dota 2 lah disitu. Lumayan lama saya bermain dota 2, sekitar 6 bulanan,
itu hitungannya lama untuk saya yang kala itu tidak focus bermain game.
Bahkan sebelum 2024 ini, saya sudah sempat bermain
mobile legend juga, tapi main sekedar main tidak paham soal rank dan
semacamnya, tidak bertahan lama juga. Saya lebih focus dengan kehidupan di
dunia perkuliahan dan organisasi kala itu. 2024 itulah saya kembali bermain, dan
situasi itulah yang membawa saya mengenal yang namanya ONIC!
Seperti kebanyakan orang ketika menyukai suatu club
sepak bola, setiap orang menyukai tim sepak bola atau jatuh cinta pertama kali
sama tim tersebut karena melihat tim tersebut bermain bagus, enak ditonton atau
cocok dengan kita (kecuali mereka asli kota tempat tim itu berasal). Contohnya saja,
ada teman saya yang fans athletico Madrid, kebanyakan orang di dunia ketika
menonton liga spanyol, pasti memilih Barcelona atau Real Madrid. Atau gampangnya
saya yang suka dengan arsenal baru-baru ini, sekitar tahun 2022/2023.tahun
2022/2023 banyak yang berfikir Arsenal akan juara EPL, jaraknya dengan
peringkat 2 lumayan jauh, dan saya yang baru mengikuti liga Inggris secara serius,
melihat kehebatan itu, dan akhirnya menobatkan diri menjadi fans arsenal,
dibanding ManCity yang lagi winstreak atau Manchester united dan Liverpool dengan
sejarah besarnya.
Sama seperti cerita tim sepak bola diatas, saya suka
dengan ONIC karena menonton mereka bermain dan suka dengan permainannya, dan
mereka jago itu aja. Alasan paling masuk akal. tapi bukan ONIC ID yang membuat
saya jatuh cinta pertama kali, tapi ONIC PH. Semua orang yang mengikuti Liga
MPL pasti tau, ONIC ID memang kuat, tapi di tahun 2024 Akhir itu, ONIC ID
bahkan tidak lolos di fase play-in, kalah lawan geek, informasi ini sayapun taunya
jauh setelah saya mengikuti mobile legend dan skena tournamentnya
Dan di tahun 2024 akhir itu ada turnamen Mobile
Legend yaitu M-Series 6. Bayangkan, kejuaraan pertama kali yang saya tonton
bukannya kejuaraan local tapi yang langsung internasional. Disitulah pertama
kali saya melihat tim ONIC, yang kala itu diwakili sama tim ONIC PH. Saya melihat
kehebatan mereka bermain mobile legend, keahlian mereka mengolah
makhluk-makhluk kecil di dalam layar agar dapat menang, ditambah hype
komentatornya yang sama hebohnya dengan komentator sepak bola.
EVOS, RRQ ataupun ONIC sebenarnya bukan nama yang
asing di telinga, tapi mereka Cuma sekedar angin lalu, “oh time sport”, gitu. Malah
time sport yg pertama saya dengan ya NAVI, karena saya lebih tau DOTA 2 dan
saudara-saudara saya mengikuti tournamentnya.
Kingkong, Superfrince, Kirk, Brusko, Kelra dan Coac
Ynot adalah manusia-manusia yang memperlihatkan bagaimana mahirnya mereka
bermain dan meracik pertarungan di mobile legend. Merekalah yang membuat saya
jatuh cinta dengan tim e-sport ini, ONIC. Dan dari sini jugala saya mengikuti
kompetisi Mobile Legend, MPL.
Setelah mengikuti lama, saya akhirnya tau kalau ada
ONIC ID juga, tapi berbanding terbalik dengan ONIC PH yang penampilannya sangat
memukau, sampai disebut timnas Bumi, ONIC ID bahkan tertatih-tatih, penuh darah
untuk beberapa turnamen kala itu, Mulai di ESL dan MPL S15.
Di MPL S15, ONIC ID bahkan pernah menyentuh klasemen paling akhir,
#9, walaupun pada akhirnya mereka pelan-pelan naik dan akhirnya berhasil
menjuarai season 15 dengan gelar juara. sangat mengejutkan memang, untuk tim
yang pernah 4 kali berturut-turut juara MPL, lalu satu musim downgrade parah,
lalu di musim selanjutnya hampir gagal lagi, tapi berhasil bounce back.banyak
yang menyebut sebagai Cinderella story. Walaupun tidak sedikit yang mengejek “YEB
TOLONGIN YEB”. Ejekan seperti ini mah biasa aja bagi saya, selama kita belum bisa,
kita sangat boleh untuk meminta bantu kepada orang, apalagi orang itu adalah
keluarga sendiri.
Filosofi ini saya dapat di seri anime Haikyuu,
ketika Nishinoya menceritakan ketakutannya, yang mana teman-temannya berpikir
Nishinoya ini tidak takut apa-apa, ternyata dia punya banyak ketakutan,
akhirnya kakeknya mengajarinya mengalahkan semua ketakutannya. Di suatu bukit
setelah mereka belajar sepeda, NIshinoya bertanya kepada kakeknya, “bagaimana
kalau pada akhirnya masih tetap takut?” kakeknya tersenyum dan berkata “maka
minta tolonglah!”.
Kembali ke ONIC. Dari situlah saya mengikuti ONIC ID
dan ONIC PH. Saya mengikuti semua jadwal pertandingannya, bahkan sampai
beberapa kali nazar untuk kemenangan ONIC, mungkin terlalu berlebihan, tapi
nazar atau doa yang dipanjatkan membuat lebih tenang aja.
Melihat kemenangan ONIC ID di MPL S15 tapi sekaligus
melihat kekalahan ONIC PH di MPL PH S15.
Karena mengikuti akun IG ONIC, akhirnya banyak berita-berita
yang saya ikuti, terlebih tentang divisi lain yang mereka miliki, seperti HOK,
FF, Pokemon yang akhirnya saya ikut nonton. Kalau HOK ya Sama aja dengan ML,
sayapun memainkan HOK, yang pertama kali saya ikut ya FF, walaupun tidak
memainkannya, saya menonton tim onic berlaga, yang akhirnya menjuara tournament
apa gitu, sebelum EWC. Lalu menonton pertandingan Pokemon United.
Pada akhirnya saya ingin mengikuti dan mendoakan
semoga ONIC, tidak hanya di ML tapi diseluruh divisinya bisa secemerlang di
divisi MLnya. Bisa menjuarai, kalau bisa mendominasi. Kecintaan saya pada ONIC
inipun tumbuh sama seperti Kecintaan saya pada Club Bola yang saya dukung. Sebuah
kecintaan dan rasa senang melihat dan memainkannya, hehehe
Sebagai prolognya, saya mulai menulis tulisan ini
ketika M-Series 7 akan di mulai, ketika M7 dimulai saya tidak menyelesaikannya,
ada rasa malas, padahal sudah setengah jalan, akhirnya saya selesaikan tulisan
di pagi hari, setelah kemarin sore menjelang malam ONIC harus mengakui kekuatan
TLPH dengan skor 3 – 1 dan menghentikan jalan ONIC ID di M-Series. Satu-satunya
tournament yang belum ONIC ID miliki, kalau ONIC secara utuh, sudah pernah,
dibawa sama saudara ONIC PH.
Kekalahan selalu menyakitkan bagi saya sebagai
pendukung, tapi yang lebih sakit tentu para pemainnya, SANZ, Kiboy, Skylar,
Kairi, Lutpi, Savero, Coach Adi, CW, mereka lebih tau rasa sakitnya. Jadi saya
dan kita sebagai fans, tetaplah dukung, tetaplah menyoraki mereka, menyemangati
mereka, dan tidak perlu menyalahkan, saran dan kritik secukupnya, sebijaknya. Memang
takdir belum datang menghampiri. Tapi kalau saya diizinkan berharap dan berdoa,
semoga roster ini dapat menamatkan MLBB Proscene dengan setidaknya satu kali
menjuarai M-Series, Amin. Semoga Sanz, Kairi, Kiboy, Skylar, Savero, Lutpi
dapat meraih M-Seriesnya bersama ONIC.
Semoga ONIC semakin baik, segala divisinya membaik
dan terus membaik, yang belum juara semoga juara, yang belum mendominasi semoga
segera mendominasi, amin, hehehe.
Pada Akhirnya, Izinkan aku membangun ruangan baru di
jiwaku untukmu, mencintaimu dengan tulus, menemanimu dikala senang dan sedih,
dikala bahagia dan putus asa, dan dikala Menang ataupun Kalah, ONIC! Mari terus
berjalan! It’s ONIC TIME!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar